Profil: Peluang Bisnis Barongsai

Wong Nga Men

Pria tua yang berusia hampir satu abad ini memang tidak se-terkenal Col. Sanders, pencipta KFC. Adalah Wong Nga Men namanya. Guru Besar Kung Fu legendaris dari negeri Koala. Tetapi menariknya, Wong Nga Men ternyata berada di Indonesia. Satenews berhasil mewawancarai  sosok legendaris ini. Seorang pencipta bisnis baru. Bila kolonel Sanders menciptakan bisnis ayam goreng pada usia 65tahun. Wong Nga Men menciptakan bisnis baru ini pada usia 80 tahun.

Bila ditelusuri, asal usulnya di negeri ini sungguh rumit. Demikian yang berhasil digali oleh tim R&D satenews.com. Pada 1945, Wong Nga Men tiba di Indonesia dengan membonceng tentara Belanda yang sedang membonceng sekutu (NICA). Pada masa itu Wong Nga Men menjadi juru masak di kapal HMS Poseidon. Wong Nga Men bertolak dari Guangdong China hanya berbekal 3 potong pakaian.

Wong Nga Men kemudian tinggal di Batavia. Dan pada tahun 2000 lampau Wong Nga Men mendirikan sebuah bisnis waralaba. Waralabanya ini sangat unik, dimana produknya adalah Barongsai. Bagaimana perjalanan hidup Wong Nga Men sampai berhasil menciptakan model bisnis unik ini. Bila Anda sering melihat ada tabuhan bunyi gendang dan barongsai meliuk-liuk didepan rumah Anda atau di jalan-jalan, walau bukan hari raya Imlek. Itulah waralaba ciptaan Wong Nga Men.  Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda bisa menciptakan model bisnis demikian

Sebenarnya ide ini sudah ada ketika tahun 1999 ketika barongsai pertama diperbolehkan kembali. Saya langsung mendapatkan ide, kenapa harus setahun sekali? Kenapa tidak setiap hari? Dan alangkah bagusnya kalau setiap gang dan jalan ada pertunjukan barongsai.

Apakah Anda memberikan pelatihan kepada para pemilik waralaba

Inilah uniknya bisnis saya ini, saya bahkan tidak perlu memberikan pelatihan apa-apa.

Apakah ada pelatihan teknis seperti  Kung Fu

oh, sama sekali tidak. Saya bahkan tidak ngerti kung fu atau ilmu bela diri apapun. Intinya sih cukup nabuh-nabuh gendang dan angkat naik turun barongsainya saja. Itu yang saya tekankan kepada para pemilik franchise saya. Tidak usah muluk-muluk lah memberi atraksi, kita masih belum ada saingan bisnis. Seadanya juga akan mendatangkan income.

Tidak ada yang terganggu dengan atraksi barongsai setiap hari

Saya sih tidak tahu ya, niat saya adalah melestarikan kebudayaan. Kalau setiap gang dan sudut jalan ada barongsai bukannya bagus? Kenapa setiap gang boleh ada banyak sekali minimart?

Siapa saja boleh membeli waralaba Anda

Waralaba saya terbuka untuk semua orang, semua suku bangsa. Siapa saja boleh asal kuat fisik mengangkat barongsai dan menabuh gendang seharian.

Demikianlah sekilas profil Wong Nga Men, guru besar pencipta barongsai jalanan. Melestarikan budaya, ternyata tidak hanya terbatas pada melaksanakan dan menerapkan budaya dalam sehari-hari, tetapi bisa juga dibisniskan. Apa yang telah dilakukan Wong Nga Men ini mungkin merupakan pionir dalam bidang melestarikan budaya secara riil. Atau bisa juga ini menjadi indikator dari awal asimilasi budaya.  Apa yang kita saksikan di jalan-jalan pada hari ini mungkin akan melahirkan barongsai generasi baru yang merupakan hasil dari asimilasi kebudayaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: