Gubernur Protes Selisih 10cm

Van Pietersen Focker Bono

Koomees Island (satenews),  Pasca banjir di Banjeerland ibukota Koomees Island, sebuah negara pulau kolonial Belanda di Pasifik. Gubernur Jenderal Kolonial Hindia Belanda wilayah Koomees Island,  Van Pietersen Focker Bono marah besar kepada pers negaranya. Pasalnya adalah, pers dituduh membesar-besarkan keadaan.

Penyebab kemarahan Gubernur Jenderal adalah banjir 30cm ditulis 40cm. Gubernur Jenderal marah besar ketika prestasi 10 cm (sepuluh sentimeter)  nya tidak diberitakan.

“Jelas saya marah, ini prestasi besar, kita 10cm lebih surut dari tahun lalu, kenapa tidak diberitakan prestasi kita?” Gubernur Jenderal tampak memerah wajahnya.

Menurut pantauan satenews, banjir memang telah menjadi langganan dari Banjeerland. Solusi dari berbagai ahli maupun yang mengaku ahlinya sudah tidak bisa menyelesaikan permasalahan. Solusi yang meniru Amsterdam dengan membuat kanal di sekeliling ibukota hanya berhasil menyurutkan banjir 10cm, tidak banyak berguna. Beberapa pengamat dan juga pengikut paham pemikiran terbalik mengatakan lebih baik tidak perlu diberikan solusi lagi, tambahkan saja masalahnya.

Salah seorang pengamat bahkan mengusulkan banjirkan saja terus menerus, biar seperti Venice. Kalau selalu banjir, masyarakat tidak akan terganggu, karena masyarakat tidak harus ganti moda transportasi darat menjadi moda transportasi air setiap terjadi banjir.

Ide yang layak di pertimbangkan bukan? Daripada ribut prestasi 10 centimeter lebih baik ributin bagaimana menjaga kedalaman 1 meter tidak berkurang 10cm.

Redaksi membuka kotak dana bagi yang ingin membantu menenggelamkan banjeerland.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: