Jakarta (satenews.com), Sepuluh orang supir bus kota Jakarta telah bertolak ke Washington DC. hari Rabu (2 Januari 2008) melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Di Washington DC. Rombongan Supir yang berangkat bersama dengan anggota komisi XXI untuk Transportasi Umum beserta keluarga dijadwalkan akan bertemu dengan anggota Konggres Amerika Serikat serta departemen Transportasi Amerika Serikat (Department of Transportation).

Kesepuluh supir yang telah mengharumkan nama bangsa ini masing-masing berasal dari perusahaan terkemuka seperti: Mayasari Bakti, PATAS, Metromini, Kopaja, Bianglala, Mikrolet, KWK, Koantas Bima. Menurut sumber satenews.com, Departemen Transportasi Amerika Serikat sudah lama tertarik dengan kemampuan supir-supir di negeri ini. Mereka bahkan telah melakukan studi berkali-kali dengan mengadakan program pertukaran supir.

Kemampuan supir-supir kota Jakarta ini telah mendapat sorotan dari beberapa negara maju. “Negara-negara lain seperti Belanda, Perancis, dan juga Kanada telah mengundang kami untuk mengadakan pelatihan di negara mereka.” Demikian menurut ketua tim Asosiasi Pengemudi Unggul Se-JaBoTaBek (APUS), Parodian Simanjuntak kepada Satenews.com.

Apa yang akan di ‘ajarkan’ supir-supir ini kepada bangsa negara adi daya seperti Amerika Serikat ini? Parodian Simanjuntak pun membeberkan khusus kepada Satenews.com melalui press conference yang diselenggarakan APUS di Hotel Hilton Jakarta Senin (31 Desember 2007) lalu. Beberapa poin penting yang berhasil satenews.com kutip adalah, para rombongan akan memberikan pelatihan intensif kepada supir-supir di negara Abang Sam tersebut keahlian seperti berikut:
1. Mengemudi sangat pelan dan cenderung ‘merayap’ bila situasi bus sedang kosong, dan mengebut secepat kilat bila bus sudah penuh. Teknik yang menurut, Parodian diberi nama “ugal-ugalan” ini dipercaya oleh puluhan ahli dari beberapa Universitas terkemuka Amerika sebagai efisiensi besar bagi perusahaan dan juga sangat menghemat BBM.
2. Mampu mengemudi dengan baik melalui trotoar ataupun bahu jalan.
3. Melaju lawan arah tanpa menyerempet apapun yang dilaluinya, di jalan macet.
4. Berhenti dan menaik atau menurunkan penumpang di tengah-tengah jalan.
5. Menerobos Lampu Lalu Lintas ataupun rambu lainnya tanpa melanggar hukum lalu lintas.

Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan sangat besar bagi bangsa ini dimana pertama kali dalam sejarah, bangsa dari negara maju mengundang kita untuk ‘mengajarkan’ mereka. Mungkin ini merupakan sebuah titik balik sejarah, mengingat negara ini sampai menghabiskan milyaran rupiah bagi anggota Dewan untuk melakukan studi banding ke negara maju.

Semoga sukses kepada 10 supir ini dan kepada para pembaca janganlah berhenti untuk memberikan support kepada supir-supir lainnya dengan tetaplah men-’yetop’ bus Anda kapanpun Anda suka di jalan.


Leave a Comment