Jakarta(satenews.com) - Sebuah perusahaan jamu yang memasarkan obat anti keluar angin (kentut -red) yang terkenal dengan slogan “Anak Cerdas tidak keluar angin sembarangan” bekerjasama dengan Twentieth Century Fox menyelenggarakan acara nonton bareng AVP2 di sebuah bioskop milik jaringan bioskop nasional dan sekaligus bioskop pertama di dunia yang memiliki konsep tempat penitipan makanan.
Acara nonton bareng yang sekaligus berbarengan dengan HUT pertama perusahaan jamu tersebut yang tentu saja selalu berbarengan dengan event promosi produknya. Acara nonton bareng tersebut di citrakan oleh perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan pada dunia pendidikan. Dimana, mereka mengajak 100 siswa/i Playgroup berprestasi se-Indonesia untuk menyaksikan bersama film terbaru yang baru di rilis bulan ini.
Beberapa ‘Anak Cerdas’ mengaku puas dengan acara tersebut, dan mereka mengaku tidak kentut sekalipun ketika menonton, karena mereka mengonsumsi obat anti keluar angin yang dibagikan gratis di pintu masuk. “Anak Cerdas tidak keluar angin sembarangan,” bagaikan koor mereka serempak mengucapkan slogan yang sangat terkenal tersebut.
Tetapi, beberapa mengaku tidak tahan pipis, dan berpindah tiga kali tempat duduk karena alasan ketidaknyamanan menonton (setelah membasahi kursi). “Sayang kalau ke toilet, alangkah baiknya kalau dibuat pispot portable disetiap kursi daripada dibuatin lemari penitipan makanan toh?” Tentu saja ini sebuah pendapat yang mencengangkan yang diucapkan oleh seorang murid Playgroup yang baru berusia 3 tahun Masehi tersebut.
“Menurut saya, filmnya cukup seru ya, hanya kenapa ya Alien disebut Alien, sedangkan Predator tidak? Bukankah dua-duanya adalah Alien (makhluk angkasa luar)?” Benar-benar sungguh sebuah kekaguman mendengar pendapat para ‘Anak Cerdas‘ yang benar-benar cerdas tersebut.
“Perusahaan Jamu kami akan terus bekerjasama dengan distributor film terkemuka dalam rangkaian promosi kami, tunggu saja Nonton Bareng berikut dari kami.” Demikian juru bicara perusahaan, Geraldus Sukiman.

Jakarta(satenews.com) – Busway adalah jalur eksklusif bagi bus TransJakarta, tetapi beberapa masyarakat pembayar pajak merasa sebagai pemilik jalur tersebut dan merasa berhak untuk melalui jalur eksklusif tersebut. Mereka tidak segan-segan melanggar aturan yang ada dan merasa memiliki ‘kartu bebas penjara’ ketika melalui jalur yang seharusnya hanya berlaku khusus untuk angkutan massal masyarakat kota Jakarta. Atau mungkin juga mereka merasa kendaraan mengkilap yang mereka bawa adalah angkutan umum juga?
Tetapi dibalik semua motif yang belum pernah dikaji dalam tesis akademis tersebut, terlihat sebuah kejadian unik pagi hari kemarin. Beberapa masyarakat pelanggar jalur busway serentak memprotes sebuah mobil ‘plat merah’ yang ikut-ikutan melanggar dan mengusirnya dari jalur eksklusif tersebut. Mereka terlihat sangat marah, beberapa tanpa segan menunjukkan ekspresi marah dengan turun dari mobil mereka dan berkacak pinggang.
“Keluar! Keluar! Munafik lu jangan ikut-ikutan kita dong (melanggar)! Kan lu juga yang bilang ga boleh masuk, kenapa lu sendiri boleh masuk! Keluar! Lu udah ga bayar pajak, gaji lu kan dari pajak kami! Lu yang ga berhak masuk sini. Keluar lu!” Teriak mereka kompak dengan penuh emosi. Mungkin karena malu atau merasa kalah jumlah, supir ‘plat merah’ tersebut memilih untuk keluar dari jalur busway. Setelah ‘plat merah’ pergi, mereka pun serempak tepuk tangan dan kembali masuk ke kendaraan masing-masing dan melanjutkan perjalanan. Kejadian demikian, menurut seorang nara sumber telah kerap terjadi.
Mungkin karena beberapa pejabat penumpang ‘plat merah’ pernah mengalami hal tersebut dan gerah atau mungkin malu karena sering diusir, maka beberapa hari lalu sempat mengusulkan pembuatan pagar pembatas yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh Dewan Rakyat. Jika seluruh jalur dibuat pagar pembatas, maka tidak akan bisa diusir, mungkin kira-kira demikian pemikiran mereka.
(sumber foto:detikcom)
Jakarta(satenews.com) – Dua hari setelah serangkaian perawatan intensif dan menegangkan, kesehatan mantan Presiden Soeharto akhirnya keluar dari masa kritis, dan cenderung membaik. Simpati terus berdatangan terhadap Jenderal bintang lima yang masih terbaring lemah di atas ranjangnya di RSPP. Para pejabat RI dan mantan pejabat pun sudah lengkap menjenguk.
Jutaan penduduk Indonesia juga tidak melupakan doa mereka untuk Bapak Pembangunan RI tersebut. Demikian juga halnya dengan Asosiasi Pengobat Alternatif Nasional (APAN). APAN yang beranggotakan para pengobat alternatif (d/h dukun) mengadakan jumpa pers di sebuah balai desa di bilangan Kemanggisan Jakarta. Dalam jumpa pers tersebut, Firefox Acai, ketua APAN mengklaim bahwa setelah anggota APAN di seluruh Indonesia menyalurkan tenaga dalam (energi beta) mereka melalui telapak tangan secara serentak dua hari dua malam.
“kami salurkan energi beta secara nasional,” Firefox Acai, menerangkan dengan serius dalam jumpa pers tersebut. “dapat Anda lihat, beliau berangsur sembuh setelah kami menyalurkan tenaga dalam murni kami secara nasional.”
Pada waktu yang hampir bersamaan, Paranormal Jakarta (PAJAK) juga mengusung jumpa pers. Suhu Kelvin, ketua PAJAK mengklaim telah mengirim penyembuhan sakti setelah bertapa dua hari dua malam dua jam dua menit menghadap RSPP.
Ya, apapun lah kata mereka, yang penting adalah masih banyak rakyat yang mencintai pak Harto.
Los Angeles(satenews.com) – Tim Ahli Biologi Los Angeles, California, Amerika Serikat melakukan penelitian intensif terhadap hewan-hewan pendukung film The Golden Compass. Awalnya mereka tidak ingin hal ini menjadi luas tersebar dan menjadi konsumsi publik. Tetapi, fenomena yang mendorong mereka melakukan studi juga mulai terlihat di beberapa negara lain yang turut menayangkan film tersebut. Karena itu, mereka pun tidak lagi segan untuk menutup-nutupi penelitian mereka.
“Supaya terlihat siapa yang meneliti terlebih dahulu, gitu loh.” Demikian Robby Wirdja, direktur LIPI bidang hewan langka menerangkan kepada satenews.com ketika diwawancarai melalui Yahoo Messenger. “Siapa cepat dia yang mendapat kredit,” dia menambahkan, berselang tak berapa lama kembali dia melanjutkan dengan kata penutup “gitu loh.”
Beberapa hewan pendukung seperti beruang, tupai, tikus sekarang berada dalam kurungan di laboratorium Biologi-Quantum yang super canggih yang terletak di kompleks Universitas Bioteknologi Honolulu. Sederetan Universitas manca negara juga telah memesan beberapa hewan untuk diselidiki di laboratorium di negara masing-masing.
Apa sebenarnya yang mereka selidiki? Sumber terpercaya satenews.com mengabarkan bahwa, para ahli biologi dunia kebingungan ketika menyaksikan beberapa sampel film The Golden Compass, bagaimana hewan-hewan tersebut tidak memiliki genitalia. Kejadian serupa terjadi pada Film Narnia, beberapa waktu lampau. Mungkin Anda masih ingat dengan hewan Singa? Bahkan seekor kambing berbadan manusia? Nah, mereka-mereka masih menghuni laboratorium di Honolulu tersebut.
Bagaimana mereka berkembang biak secara seksual?
Bagaimana mereka melakukan urinasi ataupun defekasi?
Bagaimana mereka memiliki semua ciri seks sekunder jika tiada kehadiran organ penghasil hormon-hormon seperti testoteron ataupun progesteron dan sejenisnya?
Inilah pertanyaan para ahli Biologi dunia. Dan mari kita nantikan bersama jawaban mereka.
Jakarta(satenews.com) – Bagi Chris Weitz, mungkin dia tidak akan mengenal Anda ketika nama Anda disebutkan kepadanya. Tetapi, yang mengejutkan dari fakta tersebut adalah mayoritas dari Anda juga tidak tahu siapa itu Chris Weitz. “Who the F*?” Demikian seorang nenek di bilangan Tanah Abang Jakarta bertanya balik ketika sebuah mikropon dari alat perekam, dari kontributor satenews.com didekatkan kepada beliau.
Chris Weitz tertangkap mata kuli tinta ketika sedang diam-diam menonton The Golden Compass di sebuah bioskop pertama di Indonesia yang memiliki tempat penitipan makanan, di Jakarta. Dia terlihat membawa guling dan bantal, peralatan tidur compact tetapi cukup untuk merangsang kontraksi otot dahi setiap manusia yang berada dalam radius sepuluh meter dari tempat duduk dia.
Ternyata, setelah di wawancarai (setelah dia dibangunkan secara susah payah dengan kolaborasi Sekuriti bioskop dan petugas penitipan makanan bioskop), Chris Weitz mengaku bahwa dia mengalami semacam serangan imsomnia dan hanya bisa tertidur bila dia nonton The Golden Compass. Oleh karena itu dia pun mengejar-ngejar film tersebut ke mancanegara.
Jakarta(satenews.com) – Angka pengangguran di Indonesia 10,01 juta orang, demikian data resmi BPS (Badan Pusat Statistik) yang dirilis pada Rabu (2/01/2007) kemarin. Dibandingkan tahun lalu, angka pengangguran berkurang 920.86 ribu orang.
Tetapi, angka pengangguran di Jakarta justru tercatat meningkat. Di DKI Jakarta tercatat naik 12,75 persen dari 11,40 persen pada tahun lalu. “DKI kan banyak pendatang, jadi sangat sulit untuk menurunkan pengangguran di Jakarta.” Demikian ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf.
“Gue rasa datanya salah kali,” demikian Ramli, seorang warga Jakarta ketika ditemui di sebuah WarTeg dibilangan Jakarta Pusat. Masih menurut Ramli, yang sudah menetap lama di Jakarta, bahwa menurut yang dia amati, di DKI itu nyaris semua penduduk bekerja. “Ga kerja mo makan ape?” Tambah Ramli yang berprofesi sebagai tukang ojek fulltime.
Ramli mencontohkan di setiap jengkal tanah Jakarta pasti ada seorang manusia yang mencari nafkah. Ramli kemudian bahkan bersedia mengantarkan kru satenews.com untuk berkeliling Jakarta membuktikan pendapatnya tersebut. Dan rupanya Ramli tidak mengada-ada, menurut pantauan satenews.com hampir setiap lahan yang ada selalu diisi oleh mereka yang mencari nafkah. Bagaimana bisa pengangguran terbesar di Jakarta bila yang cilik pun ikutan mencari nafkah?
Kuala Lumpur(satenews.com) – Beredarnya DVD porno yang di’bintangi’ oleh Menteri Kesehatan Malaysia telah membuat shock negara kerajaan tersebut, dan juga menghiasi headline media massa di Indonesia.
Pakar Multimedia dari negeri tetangga, Datuk Seri Royadi Mentari, mengeluh kepada satenews.com tidak sempat memanfaatkan momen penting ini untuk memberikan pengabdian ilmu yang telah diperolehnya dari negara.
“Saya envy dengan rekan saya sesama pakar multimedia dari negeri awak, dia selalu mendapat kesempatan mengabdikan ilmunya pada negara.” Demikian Datuk Seri Royadi mengungkapkan kegundahan hatinya pada satenews.com.
Kerisauan hati beliau dapat dimaklumi karena dari telusuran tim satenews.com, berbagai skandal seksual yang melibatkan pejabat negara yang pernah terjadi di negeri seberang tersebut selalu diakui oleh pelakunya. Tentu saja, pendapat ‘pakar’ tidak diperlukan. Sangat berbeda halnya dengan yang terjadi di negara ini tentunya.
Jakarta (satenews.com), Sepuluh orang supir bus kota Jakarta telah bertolak ke Washington DC. hari Rabu (2 Januari 2008) melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Di Washington DC. Rombongan Supir yang berangkat bersama dengan anggota komisi XXI untuk Transportasi Umum beserta keluarga dijadwalkan akan bertemu dengan anggota Konggres Amerika Serikat serta departemen Transportasi Amerika Serikat (Department of Transportation).
Kesepuluh supir yang telah mengharumkan nama bangsa ini masing-masing berasal dari perusahaan terkemuka seperti: Mayasari Bakti, PATAS, Metromini, Kopaja, Bianglala, Mikrolet, KWK, Koantas Bima. Menurut sumber satenews.com, Departemen Transportasi Amerika Serikat sudah lama tertarik dengan kemampuan supir-supir di negeri ini. Mereka bahkan telah melakukan studi berkali-kali dengan mengadakan program pertukaran supir.
Kemampuan supir-supir kota Jakarta ini telah mendapat sorotan dari beberapa negara maju. “Negara-negara lain seperti Belanda, Perancis, dan juga Kanada telah mengundang kami untuk mengadakan pelatihan di negara mereka.” Demikian menurut ketua tim Asosiasi Pengemudi Unggul Se-JaBoTaBek (APUS), Parodian Simanjuntak kepada Satenews.com.
Apa yang akan di ‘ajarkan’ supir-supir ini kepada bangsa negara adi daya seperti Amerika Serikat ini? Parodian Simanjuntak pun membeberkan khusus kepada Satenews.com melalui press conference yang diselenggarakan APUS di Hotel Hilton Jakarta Senin (31 Desember 2007) lalu. Beberapa poin penting yang berhasil satenews.com kutip adalah, para rombongan akan memberikan pelatihan intensif kepada supir-supir di negara Abang Sam tersebut keahlian seperti berikut:
1. Mengemudi sangat pelan dan cenderung ‘merayap’ bila situasi bus sedang kosong, dan mengebut secepat kilat bila bus sudah penuh. Teknik yang menurut, Parodian diberi nama “ugal-ugalan” ini dipercaya oleh puluhan ahli dari beberapa Universitas terkemuka Amerika sebagai efisiensi besar bagi perusahaan dan juga sangat menghemat BBM.
2. Mampu mengemudi dengan baik melalui trotoar ataupun bahu jalan.
3. Melaju lawan arah tanpa menyerempet apapun yang dilaluinya, di jalan macet.
4. Berhenti dan menaik atau menurunkan penumpang di tengah-tengah jalan.
5. Menerobos Lampu Lalu Lintas ataupun rambu lainnya tanpa melanggar hukum lalu lintas.
Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan sangat besar bagi bangsa ini dimana pertama kali dalam sejarah, bangsa dari negara maju mengundang kita untuk ‘mengajarkan’ mereka. Mungkin ini merupakan sebuah titik balik sejarah, mengingat negara ini sampai menghabiskan milyaran rupiah bagi anggota Dewan untuk melakukan studi banding ke negara maju.
Semoga sukses kepada 10 supir ini dan kepada para pembaca janganlah berhenti untuk memberikan support kepada supir-supir lainnya dengan tetaplah men-’yetop’ bus Anda kapanpun Anda suka di jalan.



